Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dengan cara mengontrol kompor dan mematikan alat elektronik apabila sudah tidak digunakan lagi.
"Hal ini penting karena pemicu kebakaran bisa diakibatkan karena pemilik rumah terutama kalangan ibu rumah tangga yang lupa mengontrol kompor setelah memasak menu berbuka puasa atau sahur," ungkapnya
Penggunaan alat elektronik rumah tangga juga memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran karena dari beberapa peristiwa kebakaran terjadi berawal dari arus pendek listrik.
Ia mengingatkan seluruh masyarakat berhati-hati bila menyalakan alat elektronik, karena dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran. Selain itu kata Nursan meski keterbatasan personil dan peralatan pihaknya tetap seperti biasa menyiagakan anggota di 11 posko Damkar di seluruh kecamatan di Kota tepian dalam upaya mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Kami memiliki dua unit mobil pemadam di masing-masing posko, ditambah satu unit mobil pemandu jenis pick-up. Sementara saat ini, hanya 4 orang dalam satu regu yang berjaga di masing-masing posko. Alhamdulillah, seluruh personel yang ada di Disdamkar seluruhnya sangat kompak. Dan meskipun masih terdapat kekurangan di sana sini. Kami optimis akan tetap bisa menjalankan tugas kemanusiaan terutama dibulan Ramadhan seperti ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Nursan. (*)
Penulis : Fairus
Editor Aspian Nur