Sekitar dua hari belakangan warga dilingkungan Jalan Sejati, RT 01, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, dibuat cemas dengan aroma menyengat seperti bau gas bocor.
Khawatir jika telah terjadi kebocoran gas, Warga meningkatkan kewaspadaan saat memasak, hingga kemarin (26/4/2020) bau gas sudah menyebar dan tercium di lingkungan blok A, kondisi bau menyengat juga tercium disepanjang selokan rumah warga dan merebak di lingkungan menyebabkan warga pusing dan mual saat mencium bau gas tersebut.
Jalur pipa gas yang tertanam di dalam tanah itulah, menyebabkan warga tidak tahu pasti apakah telah terjadi kebocoran di jalur pipa gas atau ada sebab lain. Yang pasti warga sangat terganggu dan resah dengan aroma gas tersebut.
Bahkan ada warga terpaksa menghentikan aktivitas memasak untuk sementara waktu hingga bau gas hilang sebab khawatir terjadi ledakan.
"Namanya ada bau gas, siapapun khawatir, jangan sampai warga kami memasak malah jadi celaka. Di RT saya ada 90 rumah yang mengikuti program jargas dan yang mencium bau gas ada sekitar 30 rumah warga. Seharusnya dengan kejadian tidak terduga ini pihak penyedia jargas sudah siap," ungkap Sutimin, Ketua RT 01.
Camat Sambutan Nofriansyah saat dikonfirmasi membenarkan keluhan warganya. Dirinya pun sudah melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan.
Sebagai informasi awal, masih kata Nofriansyah petugas Jargas memastikan jika bau menyengat tersebut merupakan bau yang ditimbulkan dari bau campuran odoran di dalam gas yang terlalu berlebihan, kelebihan campuran inilah yang menyebabkan bau menyengat tersebut.
“Petugas dari Jargas sudah kami hubungi dan kami minta untuk segera melakukan pemeriksan dan perbaikan terkait bau menyengat tersebut, untuk mengatasi bau yang menyengat warga sementara diimbau menutup keran gas agar tidak masuk ke instalasi rumah warga, dan pihak jargas memastikan jika jaringan gas saat ini aman," jelas Nofriansyah.
Sementara Yusdin selaku Petugas Jaringan Gas Kecamatan Sambutan juga membenarkan adanya keluhan warga yang mencium bau gas. Dalam sehari pihaknya menerima keluhan akan hal tersebut mencapai puluhan laporan. Namun lantaran keterbatasan tenaga pihaknya tidak dapat langsung bisa mengatasi hal itu.
"Petugas kami dilapangan hanya tiga orang, sementara keluhan warga yang masuk mencapai 50 laporan. Dan mau tidak mau kami melakukan tindakan perbaikan satu persatu dimulai sejak hari pertama puasa lalu," ucap Yusdin.
Dijelaskan Yasdin, bau gas yang tercium oleh warga ialah imbas dari cairan berlebihan yang digunakan sehingga timbul bau yang menyengat. Untuk antisipasi awal, pihaknya memberikan arahan agar warga yang usai beraktifitas memasak agar langsung mematikan keran gas yang ada di depan rumah.
"Sebenarnya aman, cuman yang jadi permasalahan adalah baunya. Kita juga lagi kebingungan karena banyak sekali yang belum dikerjakan dan setiap hari kita perbaiki semua. Dari pihak perusahaan kita sudah bikin laporan juga. Kalau penanganan Insya Allah seminggu bisa selesai," tutup Yusdin. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur