Ketua Forum Guru Honorer Kaltim Makkullau mengungkapkan, para guru honorer selama ini tidak hanya menggantungkan hidup murni dari sekolah. Mereka juga sembari berjualan dan menjadi pengemudi ojek online guna menambah pemasukan.
Namun, akibat kebijakan pembatasan sosial, para guru honorer ini ikut terdampak.
“Jujur saja, saat ini kami para guru honorer sedang dalam keadaan yang berat sekali. Kenyataannya, meski kami juga mendapatkan pemasukan di luar gaji kami mengajar, tetap saja uang untuk membeli keperluan sehari-hari sangat kurang,” ucapnya, Sabtu (25/4/2020).
Makkullau juga mengatakan seluruh guru honorer ini butuh perhatian dari pemerintah. Dia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kenaikan nominal THR para honorer saat menjelang Idulfitri tahun ini, dari yang awalnya Rp500.000 ribu menjadi Rp1.000.000.
“Kalau guru swasta kan setiap mau lebaran sudah pasti akan dapat gaji 13 dan THR. Kita ini para guru honorer yang juga sangat terdampak Covid-19 bisa lebih diperhatikanlah nasibnya," imbuhnya.
Berbagai upaya seperti menemui pihak terkait sudah dilakukan. Dia mengaku sudah menemui Ketua DPRD Samarinda perihal tuntutan menaikan insentif guru honorer secepatnya.
“Pemerintah jangan lambanlah memenuhi permintaan kami. Kemarin katanya Januari malah sampai sekarang tidak terealisasi. Nominal Rp13,482 miliar untuk memenuhi tambahan Rp500.000 bagi insentif 2.247 guru honorer saya rasa bukanlah nominal yang besar. Sedangkan, alokasi dana bagi kebijakan lain yang bisa mencapai triliunan malah cepat pelaksanaannya,” tandasnya.
Penulis: Fairus
Editor: M. Huldi