Terpapar Covid-19 Bukan Aib, Masyarakat Diminta Tak Mengucilkan
1 menit baca440 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA- Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak, meminta masyarakat tidak salah memahami atas upaya pemerintah meningkatkan kontak tracing kepada masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan dari acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020, di Kabupaten Gowa."Tidak ada maksud untuk mendeskreditkan salah satu orang. Ini berlaku untuk semua orang. Tidak memandang suku, ras, agama. Kami berharap masyarakat memahami, bahwa penderita Covid-19 ini bukan suatu aib. Penyakit covid-19 ini bukan aib. Dimohon bagi penderita harusnya di support, didukung, diberi semangat untuk bisa melakukan pengobatan, jangan justru dikucilkan," ujar Andi dalam rilis virtual, melalui aplikasi Zoom, Senin (20/04/2020) petang.
Masyarakat, kata Andi harusnya saling tolong menolong kepada penderita dan keluarganya. Baik isolasi di rumah maupun di rumah sakit. Seperti diketahui, penderita Covid-19 dari Klaster Gowa cukup tinggi. Dari total 754 orang se-Kaltim yang sudah tercatat melakukan perjalanan ke Gowa hingga Senin 20 April, ada 26 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.









