Andi menjelaskan, sedianya orang yang diketahui tinggal di salah satu Kompleks Perumahan di Samarinda itu sudah pernah dilakukan pemeriksaan oleh tim Dinkes Samarinda. Pasalnya, selain memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, yang bersangkutan juga memiliki gejala batuk.
"Tapi tes cek kesehatan dari itu semua negatif, kondisinya memang ada batuk. Karena memang usia, sehingga diminta untuk isolasi di rumah. Kasusnya (diketahui) sejak mulai Klater Gowa, sekitaran tanggal 25-an Maret. Kroscek langsung ke Dinas Kota, karena mereka yang melakukan pemeriksaan. Nah setelah itu, dilaporkan bahwa kondisinya semakin membaik," jelas Andi.
Andi menambahkan, berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa yang bersangkutan sebelum berangkat ke Gowa pun, sudah mengalami keluhan batuk, yang diduga erat merupakan batuk biasa karena usia. Sayangnya, karena sudah dinyatakan negatif dan kondisi membaik, pasca diimbau melakukan isolasi mandiri yang bersangkutan tetap beraktivitas di luar rumah.
"Menurut laporan yang saya terima, yang bersangkutan masih saja keluar, ke masjid begitu. Kalau statusnya saya kurang tahu," paparnya.
Ia menjelaskan, bisa saja yang bersangkutan kondisinya memburuk karena faktor usia. Namun, karena punya riwayat perjalanan ke Gowa serta terbaring sakit hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran warga sekitar rumah orang tersebut.
"Itu yang dilaporkan oleh warga. Memang kan ada kekhawatiran, karena kelompok Ijtima ini kan jadi perhatian, jadi kalau ada yang batuk atau sakit sedikit sudah langsung bikin panik. Tapi saya apresiasi warga, untuk wujud kewaspadaan. Saya juga langsung minta Dinas Kota untuk ditindaklanjuti ini, karena untuk menekan keresahan di sekitar situ. Saya juga minta untuk apakah di bawa ke rumah sakit atau bagaimana, tapi mereka (Dinkes Kota Samarinda) sepertinya akan melakukan rapid test dulu, pagi ini," bebernya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinkes Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, pihaknya telah menerima arahan dari Dinkes Kaltim, dan akan segera menuju ke lokasi rumah orang tersebut. "Ya pagi ini, jadi prioritas kami," tukas Ismed melalui pesan singkat, Kamis (16/04/2025) pagi. Mengenai status orang tersebut, Ismed mengatakan bahwa yang bersangkutan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Penulis : Rusdi
Editor: Desman Minang