Sebelumnya Pemkot Samarinda memasang target untuk menuntaskan relokasi warga pada akhir Maret ini. Bahkan sebanyak Rp5 miliar sudah disediakan oleh Pemkot Samarinda yang diperoleh melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim. Namun nyatanya hingga pekan kedua April, pembayaran dana kerahiman tersebut tak kunjung dilakukan. “Bankeu pemprov juga dipotong 25 persen. Kita harus restrukturisasi proyek mana yang tetap akan dikerjakan,” katanya lagi.
Bankeu Pemprov Kaltim tahun ini sebanyak Rp400 miliar lebih. Namun karena ada pemotongan anggaran, diprediksi Pemkot Samarinda hanya akan mendapat Rp300-an miliar. Sedangkan sebelumnya Rp350 miliar lebih diperuntukkan untuk menangani bencana banjir di Samarinda, termasuk pembayaran dana kerahiman bagi warga di bantaran SKM tersebut. “Tidak kami eksekusi dulu lah, kita lagi menerapkan pembatasan sosial untuk menekan virus menyebar. Masa mau dibongkar juga,” ucap Sugeng.
Sebelum ini, Pemkot Samarinda sudah selesai melakukan proses appraisal di salah satu RT di kawasan pemukiman tersebut, tepatnya RT 28. Dijelaskan Asisten II Pemkot Samarinda, Nina Endang Rahayu, pihaknya juga sudah melakukan validasi terhadap warga calon penerima dana kerahiman. “Validasi sudah berjalan, kalau sudah selesai ya tinggal pembayaran,” tandas Endang. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 15 April 2020