Masyarakat diimbau tidak terjebak dengan istilah zona aman. Seperti diketahui, banyak masyarakat yang mengaku tetap datang ke tempat ibadah, karena berada di zona aman. “Siapa yang menetapkan zona itu kita tidak tahu, ada istilah zona kuning, hijau, merah. Untuk lebih amannya salat tarawih di rumah saja bersama keluarga. Walaupun masih banyak masjid-masjid yang berencana mengadakan tarawih,” tegasnya.
Kalaupun mengadakan salat berjamaah, Hamri mengimbau agar ketentuan-ketentuan yang telah disampaikan, misalnya jarak shaf salat diperhatikan. “Tapi lebih baik dan aman kalau tidak usah melaksanakan di masjid-masjid dan lebih baik mengadakan di rumah masing-masing, termasuk tadarusan. Karena biasanya malam-malam hari puasa ini masjid selalu ada tadarusan Alquran. Kejadian yang berkumpul ini dari informasi yang kami peroleh itulah yang menyebarkan virus corona,” sebut Hamri lagi
Ada beberapa masjid dianjurkan tidak usah menggunakan pengeras suara, seolah-olah mengundang orang datang ke masjid. “Cuma jangan ditutup masjid, pengurus-pengurus inti tetap mengadakan di sana begitu. Tapi tidak usah menggunakan mic memanggil orang. Hanya kami anjurkan sifatnya imbauan, sambil menjelaskan bahaya-bahaya yang timbul apabila ada kerumunan orang banyak,” pungkas Hamri. (*)
Penulis: */Rusdi
Editor: Aspian Nur
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 15 April 2020