Periode 1 hingga 10 April, Limbah Medis Covid-19 di Kaltim 2,3 ton
2 menit baca2.168 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Intensitas penanganan pasien Covid-19 di Kaltim, semakin tinggi. Ini dapat tergambar dari timbulan limbah medis yang terdata dimana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim mencatat selama 1 – 10 April saja, limbah yang dihasilkan sebesar 2.378,4 kilogram, atau sekitar 2,3 ton. Angka ini meningkat drastis. Pasalnya laporan sebelumnya, selama Maret 2020, ada total 2.493 kilogram limbah yang dilaporkan 8 rumah sakit yang menangani Covid-19.
Kepala DLH Kaltim Encek Ahmad Rafidin Rizal menjelaskan, angka timbulan limbah April, kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya, dari total 10 rumah sakit di Kaltim yang tercatat menangani kasus Covid-19, baru 8 diantaranya yang melapor. "Baru 8 yang melaporkan limbah medisnya. Dimana sejumlah 2.207,4 kilogram, dilakukan pengolahan secara mandiri dan 171 kilogram diserahkan ke pihak ketiga. Data tersebut akan terus di perbaharui mengingat jumlah penyebaran ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan Pasien Positif Covid-19 di wilayah Kaltim, yang meningkat dan tersebar di beberapa Rumah Sakit," ujar Rizal, sapaan akrab Ence Ahmad Rafidin Rizal saat dihubungi korankaltim.com, Selasa (14/04/2020) pagi ini.









