"Tidak ada laporan dari dinkes kota ini, sebagai PDP.
Jadi tidak dapat kami katakan meninggal dunia karena covid-19. Silahkan tanyakan lebih lanjut ke Dinas Kesehatan Kota Samarinda," jelasnya saat dihubungi melalui pesan singkat (7/4/2019)
Seperti diberitakan pada salah satu situs (buka linkhttps://katoliknews.com/2020/04/06/suster-prr-di-samarinda-meninggal-dunia-diduga-karena-covid-19/), diberitakan bahwa ada salah satu pasien di RS Dirgahayu Samarinda yang diduga kuat meninggal akibat terjangkit virus corona.
Saat coba mengkonfirmasi, hal yang sama juga disampaikan oleh Plt Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih. Saat korankaltim.com menghubunginya dan mengkonfirmasi, ia menyatakan berita tersebut tidaklah benar.
Memang benar ada pasien yang meninggal, namun bukan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau pun dinyatakan postif corona seperti dugaan pemberitaan yang menyebar luas di media sosial.
"Itu semua tidak benar beritanya, pasien meninggal juga bukan berstatus PDP," katanya singkat.
Sebagai informasi, dalam rilis virtual hariannya melalui aplikasi video konferensi Zoom, Senin (06/04/2020) petang kemarin Jubir Penanganan Covid-19 Kaltim menjelaskan terdapat penambahan 7 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan negatif virus coron sehingga total kasus negatif di Kaltim menjadi 137 kasus. Sedangkan penambahan 6 orang kasus positif diungkapkan berasal dari Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dengan penambahan 6 kasus baru, total kasus positif Kaltim menjadi 31 kasus. (*)
Penulis : Fairus
Editor Aspian Nur