"Yang kami ingin hentikan roda penyebaran virus, bukan memberhentikan roda perekonomian. Pemerintah sudah tepat yang dibatasi adalah orangnya (social distancing), semua pekerjaan tidak online ada yang manual tetapi ada batasan batasan yang berlaku, kami bantu pemerintah agar bisa memasok bahan pokok dan medis," kata Sadam Kamis (2/4/2020) tadi
Walaupun pasokan logistik termasuk bahan pokok saat ini disebutnya aman, namun ia tetap meminta agar pemerintah di pusat hingga daerah haruslah bisa mementahkan isu-isu hoaks yang berseliweran tentang logistik maupun virus corona dan pemerintah tetap memberi imbauan serta memberi kebijakan yang tepat pada pelaku usaha.
"Kalau sampai sekarang ini kondisi bahan pokok dan segala macamnya normal serta sangat baik, makanya tidak terlalu ada gejolak. Yang penting isu hoaks bisa di cegah dan pemerintah terus memberi imbauan serta kebijakan khususnya tak memutus perputaran roda ekonomi," imbuhnya.
Aptrindo Kaltim juga mengambil kebijakan di internal yang telah disetujui anggotanya dengan memberi imbauan edaran tertulis kepada para pelaku usaha jasa angkutan agar memberi Alat Pelindung Diri (APD) pada pengemudi serta membatasi jumlah orang yang ikut didalam kendaraan guna antisipasi virus corona.
"Seperti imbauan menjaga kebersihan unit dan diri yang dibawa, membatasi jumlah penumpang tak lebih dari dua, tidak singgah diposisi tidak penting, menghindari jam-jam perlintasan yang tidak diperbolehkan, jam malam tetap diikuti untuk lintas kota. Kalau angkutan dalam kota dengan sendirinya kan mengikuti jam perusahaan/toko pastinya pagi sampai sore," pungkas Sadam. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur