Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan E-Goverment, Suparmin Selasa (17/3/2020) siang tadi mengatakan metode pendataan yang digunakan berbasis masyarakat, atau based community. "Jadi masih sama seperti sebelumnya, masyarakat melaporkan secara manual kepada kami agar informasinya bisa cepat diterima, kemudian di proses," kata Suparmin.
Sambungan telepon yang masuk ke daring 112 diakuinya meningkat, jika sebelumnya ada 20 laporan masuk, sejak wabah corona menjadi 30 laporan. "Baru jam 10 (pagi) saja sudah ada 30 panggilan, tapi ada juga yang sekadar melaporkan dari luar kota atau bertanya soal corona," ungkapnya.
Data yang dihimpun oleh Command Center nantinya akan dikirimkan ke Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda. Jika penelepon diduga terindikasi Covid-19, maka Diskes akan melakukan penindakan, contohnya ada warga Samarinda yang kini sudah diisolasi di rumah sakit RSUD A.W.Sjahranie. "Dia laporan ke 112, jika dirinya baru saja pulang dari Bogor dan sempat melakukan komunikasi dengan rekannya yang terinfeksi corona, sehingga langsung dilakukan penjemputan, guna pemeriksaan lebih lanjut," sebut Suparmin lagi.
Command Center sendiri menyediakan 7 jalur telepon. Hal itu dimaksudkan agar penelpon tak mesti mengantre saat menghubungi 112. "Sebelumnya hanya empat jalur telepon, kini sudah kami tambah beserta petugasnya, sehingga jauh lebih cepat," tutupnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur