Sekretaris Steering Committee (SC), Wahdatun Nisa M.A mengatakan, rakerwil ini sendiri akan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi dan dihadiri ratusan undangan seperti pengurus sejumlah badan otonom di lingkungan NU termasuk para kader Muslimat NU mulai dari pengurus pusat hingga ke pengurus ranting.
“Jadi acara rakerwil ini akan berlangsung selama dua hari, untuk rakerwilnya akan kami laksanakan pada hari kedua, pesertanya terdiri dari 9 pengurus cabang Muslimat NU yang ada di Kaltim,” kata Sekretaris Muslimat NU Kaltim ini.
Tujuan digelarnya rakerwil ini untuk mensinergikan program kerja yang ada di tingkat pengurus cabang kabupaten/kota termasuk pmpengurus ranting.
Semua program kerja yang telah dilaksanakan akan dievaluasi, termasuk agenda tak kalah penting, para rakerwil ini pengurus juga akan menyusun serta merumuskan program kerja ke depan.
Dia mengungkapkan, rakerwil ini juga bertujuan untuk merumuskan rekomendasi tentang persoalan-persoalan yang sedang dihadapi terkait dengan keagamaan, kenegaraan serta sosial kemasyarakatan.
“Memang selama ini concern kita adalah masalah penyalahgunaan narkoba, tapi karena isu yang sedang hangat saat ini adalah wabah virus corona, maka masalah ini juga akan kami bahas dalam rapat nanti, termasuk isu keagamaan lainnya seperti munculnya paham radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI. Ini penting dibahas supaya menjadi perhatian warga NU dan masyarakat,” terangnya.
Untuk diketahui, di Kaltim khususnya PW Muslimat NU memiliki sembilan cabang di kabupaten/kota, 64 pengurus anak cabang di kecamatan dan 199 pengurus ranting di kelurahan.
Muslimat NU sendiri terbentuk pada 29 Maret 1946. Sebagai organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan, Muslimat NU bertujuan mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan sosial.
Saat ini, Muslimat NU telah berkembang di 33 provinsi dan mempunyai 554 cabang di tingkat kabupaten/kota, 5.222 anak cabang di tingkat kecamatan serta lebih 36 ribu ranting di tingkat desa atau kelurahan dan memiliki sekitar 22 juta anggota dalam pelayanan terhadap umat.
Muslimat NU juga telah membina sekitar 15 ribu taman kanak-kanak, lebih dari 11 ribu taman pendidikan Alquran, 108 pusat pelayanan kesehatan, 103 panti asuhan, 10 asrama putri, 10 panti jompo, sekitar 38 ribu majelis taklim, koperasi An Nisa yang sudah berbadan hukum terdiri dari satu induk koperasi, dua koperasi sekunder, 131 koperasi primer yang berbadan hukum, 355 tempat pelayanan koperasi, 146 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), dan Balai Latihan Kerja (BLK).