Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono menyebut, QRIS merupakan kerja sama BI dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menjembatani transaksi antarpenyedia jasa sistem pembayaran.
Pasalnya, sebelumnya kegiatan transaksi digital dengan QR hanya bisa dilakukan menyesuaikan dengan sistem penyedia jasa masing-masing.
"Kami menjembatani supaya tidak ada kotak-kotak. Jadi dibuat integrasi dan interkoneksi," ujar Tutuk di Samarinda, Jumat (7/2/2020).
Dengan QRIS, meskipun pembeli dan merchant atau toko menggunakan penyedia pembayaran digital berbeda, transaksi tetap bisa dilakukan.
Hingga kini, sudah ada sekitar 30 penyedia jasa pembayaran digital yang sudah bisa menggunakan QRIS.
"Sebenarnya ini kami wajibkan, kepada perbankan, penyedia jasa pembayaran, dompet digital. Jadi kalau ada yang masih belum paham, silakan hubungi kami," ungkapnya.
Selain untuk keperluan transaksi sehari-hari, QRIS juga mulai dimanfaatkan untuk kepentingan sosial.
Kpw BI Kaltim, kata Tutuk, tengah melakukan sosialisasi penggunaan QRIS untuk kegiatan donasi keagamaan.
"Karena ini kan cepat aman dan mudah, kami sudah sosialisasi di tempat ibadah. Ada Masjid Siratal Mustaqim di Samarinda Seberang, gereja, klenteng dan sebagainya. Jadi sekarang, donasi tinggal pindai saja, kode barcodenya," ungkapnya.
Tutuk juga mengatakan, khusus untuk donasi ke masjid, hal ini sudah dikonsultasikan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) oleh Bank Indonesia, secara nasional.
"Selain itu, untuk donasi ini kami berikan gratis tanpa ada biaya administrasi. Jadi berapa yang didonasikan, segitu yang masuk," tukasnya.
Mirip seperti mesin ATM, QRIS dikatakan Tutuk terjamin keamanannya. Hanya, sistem dan mekanisme penggunaannya saja yang berbeda dan lebih efisien.
Ia juga mengatakan, data pribadi hingga pola konsumsi yang terekam pada masing-masing penyedia jasa pembayaran digital tak akan digunakan serampangan.
"Keamanan kami mengacu pada undang-undang keamanan data pribadi di Kominfo. Tapi semua penyelenggara sudah menjamin keamanan," tutupnya.
Penulis : Rusdi
Editor: M.Huldi