Kesemuanya dinyatakan tak terindikasi terinfeksi virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu. "Pertama satu orang di Berau, satu di Samarinda yang orang Eropa tapi ternyata negatif juga, lalu satu di Balikpapan dan terakhir kemarin di Kutai Kartanegara satu orang," ujar Andi ditemui usai rapat koordinasi kesiapsiagaan Virus Corona, di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda Kamis (06/02/2020) siang tadi.
Dari empat kasus tersebut, kebanyakan pasien merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan vonis akhir mereka terserang demam, flu dan batu pilek biasa. Untuk itu Andi berharap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik.
Sementara untuk Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kaltim sendiri, kini tercatat ada 15 orang yang turut dipulangkan, dari Kota Wuhan.
Saat ini, ke 15 orang tersebut sedang menjalani masa karantina di Kabupaten Natuna. "Mereka dalam kondisi sehat. Bahkan demam juga tidak ada. Hanya karena mereka berasal dari wilayah asal virus, jadi harus dikarantina selama 14 hari," jelasnya.
Untuk proses pemulangan pasca karantina, akan menjadi kewenangan pemerintah pusat. "Nanti akan ada mekanisme dan prosedur yang dilakukan pemerintah pusat," ungkapnya.
Penumis : Rusdi
Editor: Aspian Nur