Api berkobar diperkirakan mulai pukul 19.50 WITA, Rabu (29/1/2020). Diduga akibat korsleting listrik di salah satu rumah kontrakan di dalam gang tersebut.
Mansyah (55), salah satu korban mengatakan, api berasal dari bangsalan yang berjarak dua meter tak jauh dari rumahnya. Mansyah saat itu sedang duduk di depan gang bersama warga lainnya.
Ia terkejut melihat api sudah membesar dan langsung berlari ke arah rumahnya. Dia mencoba menyelamatkan istri dan anaknya.
"Saya langsung berlari ke rumah mencari anak istri dan membawanya menjauh dari api, hanya baju dibadan yang bisa diselamatkan. Barang-barang tak bisa diselamatkan, kami bingung mau tinggal di mana setelah kejadian ini, di sini tidak ada keluarga," ungkapnya.
Sekretaris Dinas Pemadam Kota Samarinda Makmur Santoso menyebut dugaan sementara kebakaran dari arus pendek listrik di salah satu rumah bangsalan yang terletak di Gang 2.
Disdamkar sendiri menurunkan 20 unit mobil pemadam dan mesin portabel serta dibantu relawan gabungan untuk memadamkan kobaran api. Makmur mengaku mendapat laporan awal kebakaran pukul 19.50 WITA.
Ia menyebut kendala pemadaman adalah banyaknya masyarakat yang memarkir kendaraan di sekitar lokasi dan juga akses jalan yang sempit.
"Bangunan semi permanen yang terbuat dari kayu, juga membuat api cepat membesar serta lokasi permukiman padat penduduk," jelas Makmur
Api dapat dipadamkan sekitar pukul 21.18 WITA. "Data sementara ada 5 bangsal kontrakan dengan total 35 pintu, korban 39 KK atau 156 jiwa,
ada 4 rumah tunggal, 1 musala dan SMPN 37 terkena imbas dari musibah kebakaran ini," pungkasnya.
Penulis : Fairus
Editor: M. Huldi