Pergeseran tanah secara perlahan terjadi di kawasan tersebut sejak 15 Januari 2020 lalu. Pemantauan pun dilakukan dan didapati dua rumah rusak parah pada Minggu ini (19/1/2020). Satu rumah lain bergeser.
Ketua RT 37 Karang Anyar, Muhammad Tarmidji mengatakan pergeseran tanag di wilayahnya merupakan kejadian kedua. Dia juga menyebut yang terakhir ini paling parah.
"Kalau penyebabnya kami belum bisa pastikan, makanya kami akan koordinasi ke pihak pengembang Perumahan Rawa Indah Residence, apakah penyebabnya pembangunan di atas dan tidak ada aliran air, sehingga langsung turun ke bawah," tuturnya.
Yang jelas, lanjut dia, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan pihak pengembang bersama Camat Sungai Kunjang dan Lurah Karang Anyar pada Senin besok, 20 Januari 2020.
"Kami akan duduk bersama, mencari solusinya, apakah penyebabnya dari atas atau bukan," imbuhnya.
Dan saat ini warga yang menghuni tiga rumah itu mengungsi agar tidak ada korban jiwa. Mengingat kondisi rumah yang sudah sangat rawan.
"Karena, pergeseran tanah ini masih terus jalan, ya tidak mau ambil risiko, yang rumah d isekitar juga, mereka rencana akan mengungsi ke tempat keluarga maupun mencari rumah sewaan," terangnya.
Sementara, Sekretaris Camat Sungai Kunjang, Aditya Koes Prayogi mengatakan pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan setelah mendapat informasi tersebut.
"Ternyata benar, kondisinya cukup parah ada sekitar 8 rumah di sekitar berdekatan dengan bukit, tetapi tiga rumah yang terdampak dua rusak cukup parah dan satu terlihat utuh, tetapi tanahnya begeser di bawah," ungkapnya.
"Selain rumah, jalan yang dicor juga mengalami keretakan cukup parah," sambungnya.
Dan mereka yang berada disekitar dikatakannya, sudah mulai mengungsi untuk mencari rumah sewaan maupun tempat keluarga.
"Kami sudah koordinasi dengan BPBD dan mereka juga sudah melakukan tinjauan. Termasuk koodinasi dengan pihak PUPR untuk tinjau langsung besok. Artinya, ini langkah awal yang kami ambil, pertama jiwanya dulu diselamatkan," pungkasnya.
Penulis : Nancy
Editor : Hendra