
Subsidi yang diberikan berkisar antara 20 hingga 30 persen dari harga tiket normal. Meski bersifat subsidi, penerbangan ini tak membatasi siapa penumpang yang ingin menggunakan. "Pada prinsipnya tidak dibatasi siapa (yang boleh pakai). Tapi memang ya fokus ke penduduk setempat. Untuk memudahkan masyarakat. Karena daerah yang 5 itu tidak bisa di lalui selain udara," jelasnya.
Seperti diketahui, ada 5 rute penerbangan perintis dari bandara APT Pranoto Samarinda. Yakni Samarinda - Long Apung, Samarinda - Datah Dawai, Samarinda - Melak dan yang terbaru Samarinda - Maratua. Nantinya Kemenhub akan terus memantau perkembangan dari rute-rute tersebut. "Kami lihat dulu tingkat keterisiannya seperti apa. Nanti kalau sudah bagus ya jadi komersil. Ketika penggunanya sudah bisa terbang dengan komersil," papar Kristi.
Pasalnya, subsidi hanya akan diberikan selama satu tahun. Demikian halnya, dengan maskapai yang melayani, tak terpaku pada satu maskapai saja. Kebetulan, tahun ini lelang dimenangkan oleh Maskapai Susi Air. Selain itu, ia mengaku Kemenhub bisa saja menambah rute, atau frekuensi terbang sesuai dengan permintaan pemerintah daerah. "Kami sifatnya menerima masukan dari Pemda. Tentu ada filternya. Tidak semua dituruti," sebutnya lagi.
Pemprov Kaltim melalui Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi menyampaikan terimakasih atas subsidi tersebut. "Kami akan pelajari, dan ketika saatnya kami akan usulkan kepada pemerintah pusat untuk rute tambahan menghubungkan daerah 3 T lainnya. Sehingga tidak hanya orang dan barang. Kami selalu upayakan jika ada daerah lain yang layak di usulkan," kata Abu Helmi yang hadir mewakili Gubernur Kaltim dalam penerbangan perdana ke Maratua tersebut .[*]
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur