Dengan dalih pematangan lahan, emas hitam dikeruk dari lahan sekolah seluas 17.000 meter persegi. Aktivitas tersebut dikabarkan telah berjalan selama tiga pekan sebelum terkuak pada 21 November lalu dan saat ini telah dihentikan. Surat teguran itu juga akan di tembuskan ke Gubernur, KPK dan Dirjen Minerba. Selain aktivitas yang dihentikan, PT TES juga diminta menutup lubang pengerukan dan membuat pagar pembatas.
Saat disinggung soal dokumen yang ditunjukan kepala sekolah SMP 25 Samarinda, Widhi mengaku tak mengetahui secara pasti. “Saya nggak tahu kalau soal itu, yang pasti IUPnya resmi makanya kami kasih teguran,” imbuhnya.
Proses investigasi juga masih terus berlangsung guna mengetahui alur penjualan batubara tersebut.
Soal sanksi tegas yang diberikan kepada perusahaan jika melakukan penjualan batu bara, Widhi menegaskan pihaknya masih melakukan investigasi. “Yah, harus ada dong, investigasi masih berjalan, kami akan liat sanksinya apa soal batubara yang dijual itu,” tegasnya. Terkait dokumen izin pematangan lahan, dirinya mengaku tidak mengetahuinya. “Saya belum lihat soal izin pematangan lahan, karena saya hanya urus IUPnya saja,” tandasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Damus Asa saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan dari pihak Dinas Pendidikan.”Itu terkait dari penjelasan sekolah yang ada minta izin ke Dinas Pendidikan atau tidak,” katanya. Sedangkan soal perizinan, Damus belum bisa memastikan adanya praktik illegal. “Belum kalau masalah itu (Izin aktivitas tambang), tetapi kami juga mengawasi batubara yang di karung biar tidak dijual, dengan kerjasama dengan warga sekitar dalam pengawasannya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, aktivitas pertambangan batu bara yang berada di lahan SMP Negeri 25, yang hanya berjarak 10 meter dari sekolah tersebut, antara pihak sekolah dan perusahaan memiliki kesepakatan. Hal tersebut dilakukan pihak sekolah untuk membangun fasilitas sekolah yang selama ini diperlukan, sementara dari perusahaan melakukan pematangan lahan, untuk lokasi dibangunnya fasilitas tersebut sambil melakukan pengerukan batu bara. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur