Puluhan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Mulawarman bersama guru dari beberapa sekolah di Kota Tepian hadir pada kegiatan kemarin termasuk murid dari Sekolah Dasar Fastabiqul Khairat Samarinda..
“Melalui dongeng anak-anak dibimbing untuk mengasah konsentrasi hingga yang lebih spesifik seperti memilah sifat berdasarkan ketokohan yang dibawakan dalam sebuah dongeng. Jadi bukan focus pada si pendongeng atau gaya bercerita melainkan bisa memahami apa yang didongengkan kepada mereka,” kata DR Murti Bunanta SS, Ketua KPBA Pusat kepada wartawan disela acara kemarin.
Ada beberapa hal katanya yang harus dilakukan untuk bisa memastikan misi edukasi itu tersampaikan dengan baik kepada audiens. Seperti memastikan konten dongeng mudah dimengerti dan tidak menakuti audiens.
Ketua KPBA Samarinda Surya Sili secara terpisah mengungkapkan kalau melalui dongeng setidaknya bisa mengurangi ketergantungan anak-anak pada smartphone dan gadget. “Kita semua tahu bagaimana anak-anak sekarang tidak lepas dengan yang namanya gadget. Nah melalui kegiatan seperti ini peserta yang ikut Mendongeng, Bermain dengan Cerita bisa memberikan dongeng atau cerita bersifat edukatif kepada adik-adik, murid maupun anak sendiri baik di rumah maupun di sekolah,” papar Surya Sili.
Saat ini kelompok pemerhati dongeng di Kota Tepian menurutnya semakin bertumbuh. Mayoritas berasal dari kalangan pelajar, guru, hingga ibu rumah tangga. “Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan anak-anak yang umumnya menjadi audiens dalam kisah ini,” paparnya. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur