Polemik Yayasan Melati Berakhir
2 menit baca6.464 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Polemik yang terjadi mengenai pengelolan dan aset SMA Negeri 10 Samarinda, antara Pemprov Kaltim di era kepemimpinan Gubernur Awang Faroek ishak dengan Yayasan Melati, disebut mulai menemukan titik terang. Ketua Yayasan Melati Murjani menyebut, terhitung 2019 polemik yang sudah terjadi sejak 2010 itu dikatakan berakhir. Dampaknya, operasional Kampus Melati lembaga pendidikan yang membawahi sejumlah sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) SD hingga SMA/SMK ini kembali pulih.
Bahkan, tahun ini Kampus Melati membuka pendaftaran bagi sekitar total 600 kouta secara cuma-cuma atau gratis. “Iya untuk tahun ajaran ini, kami memiliki progam pembebasan biaya sekolah bagi calon peserta didik baru, tahun ajaran 2020/2021. Pembebasan biaya mulai dari uang pangkal, uang SPP, baiay registrasi hingga uang asrama,” ujar Murjani ditemui Koran Kaltim di Kantor Yayasan Melati Jalan H.A.M. Rifadin Samarinda Seberang Jumat (1/11) kemarin.










