Menurut keterangan salah satu saksi Ilham (59) mengatakan saat itu dirinya sedang mandi dan tiba-tiba mendengar warga berteriak api, mendengar itu dirinya bergegas langsung mengenakan pakaiannya untuk melihat.
"Saya dengar warga teriak api, langsung pakai baju dan keluar mau bantu, tetapi ternyata api sudah besar dan saya kembali untuk menyelamatkan barang-barang saya, tapi untung api bisa padam dan rumah saya tidak kena," tandasnya.
Sementara, dari data sementara Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda sebanyak lima bangunan hangus terbakar yakni empat rumah tunggal dan satu bangsalan, dengan total 72 jiwa dari 18 Kepala Keluarga.
Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 18.30 Wita oleh petugas Disdamkar, PMK Swasta serta unsur relawan Samarinda dengan menurunkan unit pemadam.
"Api baru bisa dipadamkan sejam kemudian, kalau kendala karena akses jalan sempit, ditambah dengan banyaknya warga yang menonton serta padat pemukiman," ungkap Petugas Disdamkar Samarinda, Sunardi Siman.
Dalam musibah kebakaran tersebut dirinya mengaku ada satu korban laki-laki yang di bawa ambulance ke klinik terdekat. "Kami belum tahu itu korban terbakar atau syok, tetapi tadi ada yang di bawa ambulance ke klinik terdekat," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Desman Minang