Pihaknya bahkan sempat mengumpulkan sejumlah penggiat wisata di Samarinda. Mereka diberikan penghargaan atas keberhasilan mereka dalam mengelola kawasan wisatanya hingga menarik minat wisatawan lokal Samarinda, bahkan hingga wisatawan luar daerah.
Dispar Samarinda sangat menyadari korelasi antara perkembangan wisata dan laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga menurutnya sektor pariwisata bisa mendorong pertumbuhan ekonomi mulai dari usaha mikro hingga menengah. "Misalnha souvenir khas daerah. Sarung tenun kita," imbuhnya.
Sementarapengelola destinasi wisata Puncak Samarinda, Catur menyebut selama ini Puncak Samarinda masih dikelola mandiri olehnya. Terlebih memang lokasi wisata tersebut berdiri diatas lahan pribadi miliknya. Hanya saja, Catur masih mengeluhkan kesulitannya dalam mengelola akses menuju kelokasi tersebut. "Itukan tinggi sekali ya, kita menjual alam memang. Jadi agak susah," jelas Catur.
Ia mengaku pasti akan menyambut baik niat Pemkot Samarinda seumpama memang akan bekerjasama. Pasalnya selama ini tahap demi tahap dilakukannya untuk memaksimalkan fasilitas di Puncak Samarinda yang tingginya mencapai 200 meter tersebut. (*)
Penulis : Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur