"Ya, kecewa sudah 5 tahun ini belum jadi-jadi, padahal bilangnya paling lama 3 tahun saja," ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, penghasilannya menjadi berkurang jauh dibandingkan saat berada pada Pasar Baqa sebelumnya.
"Ya, untungnya lebih banyak disana dan lapak disini juga lebih kecil, kalau disana luas, jadi sempit pedagang berdekatan," terangnya.
Sehingga, dirinya berharap bangunan Pasar Baqa yang mangkrak tersebut bisa segera dibangun kembali.
"Berharap bisa segera dibangun, biar pendapatan bisa lebih baik lagi," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Maria (39) pedagang Pasar Baqa, yang mengaku harus menyewa satu petak dari pedagang lain yang memang tidak berjualan lagi.
"Semua yang dipindah kesini dapat jatah per petak, tetapi sempit, jadi saya sewa lagi sama pedagang yang tidak jualan, Rp10 juta pertahun," ujarnya.
Dia menambahkan keuntungan yang diterimanya yang biasanya lebih, sekarang sudah menurun, pasalnya para pedagang Pasar Baqa banyak terpisah dan mencari lapak lain.
"Kalau di Pasar Baqa dulukan satu tempat gak ada pasar lain, jadi semua orang kesitu, kalau sekarang ya mencar, makanya pendapatan berkurang. Apalagi disana juga gratis, disini saya masih bayar sewa Rp10 juta pertahun. Ya mudah-mudahan bisa segera dibangun," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Desman Minang