Dampaknya, sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) seperti IPA Palaran, IPA Bukuan dan IPA Pulau Atas harus dihentikan sementara operasional nya. "Di intake (pompa sedot) Bukuan pagi ini pukul 06.20 WITA, kadar Klorida 261 Ppm. Di Intake Palaran 261 Ppm dan Di Intake Pulau Atas 315 Ppm. Produksi di 3 IPA dihentikan sementara, hingga kadar klorida turun dibawah ambang batas 250 Ppm," jelas Lukmam dikonfirmasi pagi tadi.
Sebagai solusi, Perumda Air Minum akan melakukan pendistribusian air bersih menggunakan armada tangki, bekerja sama dengan Tangki Swasta dan Tangki milik Pemadam Kebakaran Kota Samarinda jika di perlukan ke wilayah jangkauan 3 IPA yang stop produksi tersebut.
Selain itu Perumda Air Minum juga menyediakan kran-kran umum di setiap IPA agar warga bisa mengambil air bersih sendiri ke lokasi kran yang sudah disiapkan. "Hanya 3 IPA PDAM yang saat ini sementara produksi dihentikan. Beberapa IPA yang masih waspada dan aman berproduksi yakni IPA Selili, IPA Tirta Kencana, IPA Samarinda Seberang, IPA Cendana, IPA Lipan, IPA Loa Bakung dan IPA Bendang 1. Serta IPA Gunung Lingai dan IPA Pampang," rincinya.
Pemantauan terus di lakukan secara intensif, agar produksi tetap berjalan. Lukman menyebut, pihaknya gunakan sistem buka tutup untuk memastikan produksi berjalan lancar. Jika kadar klorida diatas 250 Ppm, maka dihentikan sementara produksi, namun jika kadar klorida turun dibawah 250 Ppm maka produksi kembali dilakukan. "Kami juga persiapkan sumur bor untuk membantu IPA tetap produksi seperti sumur bor di IPA Bantuas, di IPA Pulau Atas, Di IPA Pampang dan sumur bor di Jalan Pahlawan akan kita fungsikan agar warga bisa digunakan airnya untuk warga," tutupnya. [*]
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur