Menarik menjadi perhatoan bagaiman dalam sesi tanya jawab itu, terungkap bahwa persiapan dari pemindahan IKN itu progressnya ternyata sedang berlangsung. Utamanya pada persiapan master plan, mulai master plan dasar hingga ,master plan keseluruhan kawasan kota baru itu nantinya. “Persiapan masterplan kawasannya wajib diselesaikan pada 2020 termasuk, termasuk proses pembebasan lahan yang diperlukan,” ucap Menteri Agraria Sofyan Djalil.
Menurutnya, khusus desain kawasan sendiri termasuk tata ruang bangunan dan lingkungan utamanya, akan diselesaikan pada 2019.” “Prasarana dasarnya jalan dan jalur asupan air juga wajib diselesaikan masterplannya dalam tahun ini. karena proyeknya akan dikerjakan paling cepat peretengahn 2020 mendatang,” ucapnya.
Mempercepat prosesnya, pemerintah pusat tak menggunakan metode desain dan tender, tetapi pada desain dan bulid. “Kondisi itu juga dikarenakan sebagain besara area yang diugunakan adalah lahan Negara. Jadi lebih mudah untuk prosesnya. Meskipun ada proses ganti rugi lahan, prosesnya tak akan memberatkan,” tambah Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Menurutnya, akses jalan dan asupan air minum menjadi proyek utama yang dikerjakan diawal dengan durasi pengerjaan diperkirakan hingga 4 tahun. Rencananya, total 180 hektar milik pemerintah dikedua wilayah itu, menjadi tataruang dari kota masa depan setelah pengembangan tanpa menagganggu hutan lindung dan hutan konservasi Bukit Soeharto. Justru lokasi itu bakal diperbaiki dan direhabilitasi. “Awalnya 40 ribu hectare yang masuk pembangunan awal. Tetapi pengembangannya bisa mencapai maksimal 180 ribu hectare dimasa depan,” bebernya. (*)
Penulis : Adhi Abdhian
Editor: Aspian Nur