Hal ini, kata Zairin salah satunya disebabkan oleh turunnya jaringan internet ketika Pemilihan Presiden Mei lalu. "Waktu Pilpres kan ada yang tutup, nah LPSE terdampak juga," tukasnya tanpa membeber proyek besar apa yang terganggu lelangnya akibat gangguan sistem tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sistem lelang berbasis daring milik Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) ada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemprov Kaltim terkena ganguan jaringan. Diduga, sistem tersebut diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Kepala LPSE Kaltim Agung Sugiarto menjelaskan, gangguan diketahui sejak 10 hari lalu. Tepatnya pada 27 April 2019. Koran Kaltim memastikan, dengan mengunjungi laman LPSE Kaltim di http://lpse.kaltimprov.go.id pada Kamis (06/06/2019) siang, dan benar saja laman tersebut masih tidak dapat diakses, dan hanya menampilkan pemberitahuan bahwa tidak ada layanan pada laman situs tersebut.
"Dampaknya yang jelas apa yang kami laksanakan di UKPBJ didalamnya ada LPSE salah satu tugas kami menyelenggarakan pemilihan penyedia barang dan jasa dengan adanya gangguan yang saat ini terjadi otomatis proses pemilihan penyedia barang dan jasa menjadi terganggu. Berapa hari ada gangguan, selama itu pula proses pemilihan penyedia barang dan jasa terganggu jadi ini menimbulkan dampak domino," ujarnya kepada korankaltim.com Selasa (7/5/2019) lalu.[*]
Penulis : Rusdianto
Editor: Aspian Nur