"Yang Inggris saya tidak berharap banyak. Karena aturan di sana ketat. Dan kita pernah punya urusan dengan perusahaan di sana," ujarnya.
Seperti diketahui, sejak masih menjabat Bupati Kutai Timur, Isran sudah terlibat dalam perkara arbitrase internasional dengan salah satu korporasi asal Inggris British Churcil.
Tapi Gubernur mengaku tak akan melewatkan kesempatan begitu saja. Sejumlah program pembangunan hingga potensi pariwisata Kaltim siap dipresentasikan untuk mendapatkan kerjasama dengan para investor.
"Iya, untuk promosi investasi di Inggris. Yang akan kami bawa, ya apa saja yang bisa dikerjasamakan yang bisa mengundang investor di sana. Infrastruktur bisa, industri pengolahan, pangan bisa, semua prioritas, target belum lihat saja nanti," katanya lagi.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Biro Adbang) Setdaprov Kaltim Fadjar Djojoadikusumo menjelaskan, sejumlah program dan profil investasi Kalti sudah disiapkan untuk dipresentasikan.
"Kami membuat dokumentasi seperti apa kondisi Kaltim sekarang. Perusahaan besar apa yang sudah bergerak di sini. Prospek ke depan apa, yang bisa dibantu oleh investor. Misal mau bikin jalur kereta api, pengembangan Maloy, Kariangau, terkait dengan listrik dan energi," jelasnya.
Bahan dikumpulkan oleh tim dari Biro Adbang nantinya akan menjadi dasar presentasi oleh Gubernur Kaltim ketika berada dalam forum tersebut.[]
Penulis : Rusdianto
Editor : M.Huldi