Mengoptimalkan target itu, Pemkot Samarinda kembali mengoptimalkan Kelompok Kerja Kota Tanpa Kumuh (Pokja Kotaku) melalui rapat awal pekan tadi. Pokja Kotaku sendiri diharapkan dapat mengurangi luasan wilayah kumuh di Kota Tepian.
Wahyuni mengatakan, penyelesaian kawasan kumuh bisa melalui berbagai program sehingga tak melulu dikaitkan dengan pembangunan dan relokasi warga. Sekalipun ia tak menampik bahwa kawasan kumuh memang didominasi daerah bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) yang padat penduduk. “Dampak sosial memang jadi salah satu kendala. Memindahkan warga itu kan tidak mudah,” ujarnya.
Kepala Bappeda Samarinda, Ananta Fathurrozi mengatakan diperlukan sinergitas antar masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengurangi kawasan kumuh. Semisal OPD yang mengurusi kawasan ramah anak, kawasan rawan stunting dan lain sebagainya. “Jadi masalah kumuh ini luas. Bisa berkaitan dengan kesehatan. Jadi bisa kita tangani bersama-sama,” tutur Ananta.
Penyelesaian kawasan kumuh akan terus dilakukan secara bertahap. Pokja Kotaku juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan sebagai perwakilan Pemkot Samarinda di lingkungan masyarakat. Terlebih, menurut Ananta, pihak kelurahan dan kecamatan lah yang mengerti situasi dan kondisi warga mereka. (*)
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur