Soal DMO Dibatasi, Gubernur Kaltim Sebut Dampaknya Mengerikan
2 menit baca846 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang berdampak pemberian sanksi pembatasan produksi batubara untuk Kaltim merupakan kebijakan yang tanpa analisa mendalam.
Sedianya kebijakan berpengaruh seperti itu tak pantas dibuat oleh seorang Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Aku bukan memprotes, hanya meminta pertimbangan. Harusnya kebijakan seperti itu analisanya harus teliti. Tidak bisa seorang dirjen memutuskan seperti itu. Itu tidak punya alasan. Kebutuhan DMO tidak kurang. Sudah terpenuhi," ujarnya kepada korankaltim.com dalam perjalanan menuju Kantor Gubernur Jl Gajah Mada Samarinda Selasa (26/03/2019) malam lalu.









