Korban meninggal dunia adalah Ramadan, berusia 20 tahun dan merupakan anak buah kapal (ABK) KM Amelia. Nyawa Ramadan tak tertolong karena menderita luka bakar sekitar 70 persen sementara satu rekannya masih dirawat yaitu Muhtar. Satu korban lagi yaitu Nengsih masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Samarinda. Korban yang masih dalam pencarian adalah Jamaluddin dan Arman, berusia 50 tahun dan 25 tahun.
Kepala Unit Siaga 1 Basarnas Samarinda, Dede Hariana mengatakan pihaknya terus melakukan pencarian. ‘Pencarian hari kedua kami lakukan dengan radius 2-3 nautical miles dikonversikan 10 km dari posisi terjadi ledakan, dengan cara penyisiran," papar Dede.
Sesuai dengan UU pencarian dan pertolongan No.29 Tahun 2014 pencarian maksimal dilakukan hingga 7 hari kedepan. "Tetapi, kami tidak menyarankan untuk memyelam karena kondisi di dalam Sungai Mahakam tidak memadai disamping itu juga arus yang deras," jelasnya.
Sehingga, pihaknya hanya fokus melakukan penyisiran disela-sela kapal tongkang dan ponton, karena kemungkinan korbang tersangkut. “Efektif penyisiran ini kami lakukan dari pukul 6 pagi sampai 6 sore nanti. Kalau malam tidak kami rekomendasikan karena pencarian tidak memungkinkan," sebut Dede.
Tetapi, diakuinya jika ada tanda-tanda ditemukan korban pihaknya akan tetap melakukan pertolongan. "Dan kami juga melihat cuaca, kalau hujan tidak melakukan pencarian," pungkas Dede.
Pantauan korankaltim.com di lapangan, banyak masyarakat terutama warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi yang terjadi terlebih lagi akibat ledakan tersebut tak hanya KM Amelia saja yang hancur namun KM Tanjung Emas yang ada di sampingnya juga ikut tenggelam. (*).
Penulis : Nancy Palinggi
Editor: Aspian Nur