Mengejutnya, hasilnya secara umum masih banyak ditemukan tabung gas tak sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Seperti yang diketahui berat tabung gas melon hanya 5 kilo sedangkan isi gasnya 3 kilo, sewajarnya ketika diukur dengan timbangan, beratnya 8 kilo.
“Ini masih banyak kami temukan beratnya tidak sampai 8 kilo dan setelah dicek ternyatanya banyak yang bocor. Rata-rata tadi beratnya 7,7 kilo, 7,8 kilo tapi ada juga kami temukan hingga 7,1 kilo, ini kan sudah berkurang sangat jauh dan masyarakat sebenarnya berhak tidak membeli gas yang beratnya sudah berkurang banyak seperti ini. Kalau hanya 1,5 persen itu tidak masalah namun ini sudah berkurang lebih,” ujar Nusyirwan.
Ia pun meminta kepada pihak Pertamina untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap kerusakan tabung-tabung yang sering dikeluhkan warga akibat kebocorannya.
“Nanti dari pihak Dinas Perdagangan bersama UPTD Metrologinya akan terus mengawasi persoalan ini. Kami tidak langsung menutup dulu namun saya minta ini dievaluasi,” tegas Nusyirwan.
Terpisah Sales Eksekutif Pertamina Samarinda Muhajir mengaku sudah melakukan berbagai pengawasan di setiap tempat pengisian tabung gas yang ada.
“Sebenarnya ini hanya siklusnya saja dan segera akan kami benahi hal-hal seperti ini. Namun kami terbuka saja apabila ada temuan seperti ini, yang pasti akan segera kami benahi dan tingkatkan lagi pengawasannya sesuai dengan perintah Pak Wawali,” singkat Muhajir.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Andriyani mengaku segera menindak lanjuti hal ini bersama UPTD Metrologi dibawah wewenangnya.
“Kami siap saja menjalankan tugas karena ini sudah bagian dari pekerjaan kami untuk mengawasi,” demikian Andriyani. (ms)