DPRD Nilai Samarinda Belum Siap Miliki Museum Megah
1 menit baca2.104 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Keberadaan Gedung Museum Samarendah di Jalan Bhayangkara, dinilai oleh sejumlah anggota DPRD Samarinda belum siap secara keseluruhan.
Kesiapan dimaksud ialah soal apa saja yang mesti ditonjolkan ke masyarakat pada saat berkunjung. Pasalnya Samarinda bukan kota yang sarat akan sejarah seperti tetangganya yaitu Kutai Kartanegara.
Apalagi sejak pembukaan pada Februari tahun lalu, dewan belum mengetahui secara jelas fungsi bangunan senilai Rp 12 miliar tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan sebenarnya masyarakat belum siap dengan keberadaan museum tersebut. Ia juga menilai sejauh ini sosialisasi pun kurang.
Politisi Demokrat juga mengatakan masyarakat Samarinda belum terbiasa dengan adanya museum. Di zaman globalisasi sekarang ini terutama generasi muda sangat mudah mencari di internet.
“Masyarakat tentunya bertanya di dalam bangunan itu nanti isinya apa dan seperti apa,” ucap Puji.
Dirinya mengaku bersama dengan anggota dewan sudah pernah meninjau ke lokasi untuk melihat. Dia menyebut jika hanya diisi dengan foto-foto saja tentu masyarakat enggan untuk berkunjung.
Makanya pada waktu berkunjung ke sana bersama rekan dewan lainnya dia sempat menanyakan bagaimana kesiapan instansi untuk mengisi gedung tersebut.
Di mana rencananya di dalam akan diisi dengan tampilan gambar visual atau videotron. Apalagi prmkot berencana meleburkan kembali beberapa OPD, salah satunya Dinas Kebudayaan bergabung dengan Dinas Pendidikan.
“Nah, ini yang menjadi persoalan kembali kalau itu jadi dilebur,” sebutnya.
Sejauh ini pun tidak ada pembicaraan lagi dengan intansi terkait. Diakuinya terakhir lalu pada saat launching, pada Laporan Kegiatan Pertanggujawaban (LPKj) pihaknya sempat menyoroti pembangunan museum tersebut.
“Kan dipertanyakan fungsinya seperti apa. Seharusnya sebelum membangun harus matang-matang perencanaannya dan meminta pendapat masyarakat,” pungkasnya.
Apalagi dia menerangkan, saat ini kondisi di sana masih minim fasilitas, seperti penerangan dan penunjang lainnya.
“Ini juga harus di rencanakan matang-matang. Apabila dibuka umum, kasian pengunjung yang datang,” tandasnya.
Penulis : Santi
Editor: Firman Hidayat










