Berangkat dari pemilihan rektor baru inilah menjadi momen perubahan kampus dimulai.
Sampai saat ini proses pemilihan rektor sudah pada tahap seleksi yang menentukan. Setelah sebelumnya para balon rektor menyampaikan visi misi sebagai bakal calon Rektor IAIN.
Senat pun sudah memberikan nilai kualitatif kepada keempat balon Rektor tersebut.
“Tugas kami sebagai senat untuk memberikan penilaian kualitatif sudah selesai. Jadi hasilnya di kirim ke Jakarta, nanti setelah disana nama-nama tadi dilihat oleh Dirjen,” urai Sekretaris Senat, Mursalin.
Lanjut dia memaparkan, setelah itu Dirjen akan membentuk tim seleksi (Timsel). Nanti tugas Timsel akan menguji keempat balon rektor itu. “Nah kalau proses seperti apa?. Kami tidak mengetahui. Penentuan anggota Timsel pun kewenangan dari pusat yang menentukan,” jelasnya.
“Setelah keempat diuji Timsel, kemudian ditentukan 3 besar. Nah, nanti dari Kementerian Agama yang memutuskan siapa rektornya,” sambung Mursalin.
Sementara itu, disinggung soal perubahan nama STAIN menjadi IAIN. Dimana sesuai peraturan perubahan nama STAIN ke IAIN, harus diiringi penambahan profesor sebagai tenaga pengajar.
“Kalau soal itu saya tidak paham. Silakan saja tanya ke pimpinannya. Saya kan bukan pimpinan hanya sekretaris senat dan tidak masuk ke wilayah itu,” ucapnya.
Ia membenarkan, harusnya perubahan nama memang diikuti penambahan tenaga pengajar. Namun, dia mengaku tidak paham soal itu. Karena kebijakan dari pimpinan. Artinya kalau profesor itu memenuhi syarat dari segi golongan. “Beberapa waktu lalu ada satu yang mengajukan, cuma ada kendala sehingga tidak jadi. Kendalanya pun silahkan tanya ke rektor,” ungkapnya. (sn318)