“Kan kami masih mengkaji beberapa OPD,” sebut Sekkot
Samarinda, Sugeng Chairuddin beberapa waktu lalu.
Keinginan Pemkot samarinda itu, tentunya menimbulkan pro dan
kontra. Salah satunya Kepala Dinas Perpustakaan Samarinda, Ananta Fathurrozi
menyayangkan jika rencana Pemkot Samarinda mau meleburkan instansinya dengan
Dinas Kearsipan.
Menurut dia, Dinas Perpustakaan Samarinda merupakan daerah
dari 33 provinsi yang terpisah dengan Dinas Kearsipan. “Hal ini sangat
diapresiasi kedua lembaga Arsip Nasional RI (ANRI) dan Perpustakaan Nasional.
Mereka tidak mengharapkan adanya penggabungan itu. Harusnya berdiri sendiri,”
ujarnya.
Lanjut dia, Dinas Perpustakaan dan Dinas Kearsipan memiliki
banyak perbedaan dan hanya sedikit persamaannya. “Yang sama itu kalau arsip
sama-sama menyimpan berkas. Bisa berbentuk buku, sejarah, budaya kuno, lokal.
Nah, di kami juga pegang buku, budaya dan konten lokal. Tetapi bedanya kami
bisa menayangkan dan di baca dan terbuka. Kalau Arsip hanya orang perlu saja
bisa datang untuk mencarinya,” jelas Ananta.
Penulis : Santi
Editor: Firman Hidayat