Sulitnya Kota Tepian Sandang Swasembada Beras
1 menit baca815 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Hampir 85 persen suplai pangan Kota Samarinda berasal dari luar daerah seperti Pulau Jawa dan Sulawesi.
Sebut saja untuk kebutuhan beras, Ibu Kota Kaltim ini hanya mampu memproduksi sekitar 10-15 persen beras. Ini disebabkan, Kota Samarinda, tidak memungkinkan swasembada.
“Karena lahan terbatas, jumlah petaninya pun menurun. Meskipun bantuan peralatan dari mana-mana,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Samarinda, Marwansyah.
Belum lagi, kata dia, cuaca atau iklim Samarinda, tidak terlalu mendukung produksi, misalnya pencahayaan hanya 65 persen. Contohnya, jagung saja untuk mendapatkan hasil panen 5-6 ton sangat sulit.
“Kalau di Jawa bisa 10-12 ton. Dengan metode cara penanaman yang sama. Tetapi, karena pengaruh iklim menjadi pengaruh,” kata Marwan begitu disapa.
“Sehingga, untuk persaingan harga petani disini akan kalah dengan yang ada diluar daerah,” sambungnya.
Disinggung, apabila daerah pemasok mengalami musibah atau bencana. Marwan mengaku tidak hanya mengandalkan beberapa tempat. “Di Pulau Sulawesi saja tidak mengandalkan satu tempat saja. Kemudian Jawa pula begitu. Seperti gempa di Palu, tentunya tidak memproduksi pangan. Akan tetapi masih ada daerah lainnya, karena disana melimpah pangan,” jelasnya.
Penulis : Santi
Editor: Firman Hidayat









