Melihat tingginya jumlah tersebut bukan tidak mungkin tahun ini kasus serupa akan terulang kembali di Kalitm. Oleh sebab itu masyarakat khususnya petani sawit diberbagai daerah diminta untuk tetap waspada.
Berdasarkan hal itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf meminta masyarakat lebih waspada dan berhati-hati ketika hendak memilih bibit sawit. “Kalau beli bibit di sumber yang telah ditunjuk oleh pemerintah dan ada sertifikatnya,” kata Andi.
Untuk diketahui, guna mengenali bibit sawit palsu diantaranya yang perlu diperhatikan adalah tingkat pertumbuhan kecambah yang rendah, kurang dari 85 persen, pertumbuhan benih terhambat, persentase bibit abnormal lebih tinggi, ukuran benih tidak seragam, serta harga benih lebih mudah dari harga benih bersertifikasi.
Menurutnya, masih adanya peredaran bibit kelapa sawit palsu dikarenakan masih tingginya permintaan pasar ditengah minimnya ketersediaan benih unggul bersertifikat. Pemahaman yang belum merata dikalangan petani sawit di seluruh kabupaten/kota ditengarai juga menjadi penyebab utama penggunaan bibit paslu tersebut.
Oleh sebab itu pihaknya, meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan sosialisasi secara berkala guna memberikan informasi dan pemahaman tentang ciri-ciri bibit sawit palsu dan pentingnya menggunakan bibit yang bersertifikat.
“Petani juga jangan sampai tergiur dengan harga murah karena efeknya negatifnya sangat besar. Bibit palsu memiliki ciri-ciri umum cangkang buah tebal dibandingkan yang asli, sehingga dapat merusak mesin,” ujarnya.
Guna meminimalisir hal tersebut, Politikus Partai Demokrat itu meminta pemerintah untuk menyediakan kecukupan bibit sawit unggul yang bersertifikat dan memberikan kemudahan dalam distribusinya hingga sampai ketangan petani. (adv/*2)