Seperti yang diakui oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan walaupun adanya kebocoran dari pendataan PBB dan parkir, pihaknya akan melakukan pembenahan, namun itu tidak bisa dilakukan dengan cepat.
“Cuma orang kan inginnya cepat, kami selaku pelaksana memerlukan waktu untuk melakukan pembenahan itu,” ujar Sugeng beberapa waktu lalu.
Terkait kebocoran di sektor parkiran. Pihaknya memang tidak bisa menutup mata, apalagi penilaian orang-orang meningkatnya jumlah kendaraan roda dua dan empat setiap harinya pasti berimbas pada pendapatan.
“Itulah pemikiran orang-orang pastinya menyangka dengan bertambah jumlah kendaraan pasti berimbas pendapatan. Padahal tidak semudah yang ada dilapangan,” jelasnya.
Kembali ia menekankan, bahwa Pemkot, terutama di sisa periode jabatan Wali Kota, mereka tetap optimis bisa mencapai target yang diharapkan.
“Sekarang sekitaran Rp 500 jutaan. Kalau parkiran dan pendataan PBB dibenahi kemungkinan bisa mendongkrak PAD,” pungkasnya. (sn318)