"Ya, ini sangat sangat penting, karena nantinya di DRM ini akan disahkan atlet-atlet yang akan bertanding di porprov sah atau tidak. Nah, ini tentunya mengambil aturan-aturan mutasi atlet dari pusat maupun yang kami buat,"tuturnya.
Dijelaskan Zuhdi, hasil pra-porprov yang wajib diikuti seluruh cabang olahraga tersebut direkap oleh binpres dan dari pendaftaran 10 KONI kabupaten/kota dicocokkan dengan data yang ada tersebut.
"Kalau data cocok berarti sudah tidak ada masalah, nah misalnya ada masalah diselesaikan sampai clear di DRM ini, sehingga saat pertandingan tidak ada lagi membicarakan soal atlet dan mereka bertanding sesuai dengan aturan yang ada. Karena memang selama ini permasalahan itu ya dimutasi atlet,"bebernya.
Sehingga, memang untuk suksesnya porprov tersebut diakunya memang menjadi tanggung jawab bersama, baik dari kontingen kabupaten/kota, wasrah, pengprov cabor serta tuan rumah PB Porprov.
"Ini menjadi tanggung jawab bersama, makanya perlu kekompakan dan kerjasama untuk mensukseskan porprov nantinya,"pungkasnya.
Sementara, Wakil Ketua II Bidang Pertandingan PB Porprov, Harfandi mengatakan dari DRM ini akan dituntanskan seluruhnya khususnya soal keabsahan atlet yang akan bertanding di porprov nanti.
"Jadi, memang untuk venue masih ada yang belum clear, termasuk di Bontang, sedangkan venue di Samarinda dan Berau hanya tinggal diatur pelaksanaannya, makanya yang belum selesai harus segera kami selesaikan,"terang Harfandi.
Dengan diselesaikannya DRM ini pihaknya berharap saat bertanding atau pelaksanaan tidak ada protes atau boikot dari kontingen.
"Minggu kedua sebelum pelaksanaan ada simulasi semua venue dan tidak ada test event, berbeda dengan Samarinda, Bontang dan Kutim, minggu kedua semua alat terpasang di Kutim,"kata Harfandi.
Penulis; Nancy
Editor; Aspian Nur