Kebakaran terjadi sekira pukul 22.00 WITA. Salah satu warga sekaligus korban, Agustina (35) mengungkapkan munculnya api pertama kali berasal dari rumah milik Sudirman atau dikenal Daeng Sudi.
“Saya kaget dari dalam rumah terdengar teriakan api. Saya langsung lari keluar membawa anak-anak,” tuturnya.
Ibu tiga anak itu pun tak bisa banyak berkata-kata. Pasalnya seluruh harta bendanya ludes bersama kobaran api. Dia menyelamatkan diri dengan modal hanya pakaian di badan saja. Padahal ia dan keluarga baru satu bulan tinggal di rumah kontrakan tersebut. “Karena rumah bersebelahan ngga mikir yang lainnya. Terpenting menyelamatkan diri dan anak-anak,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 33 Agus Salim menuturkan pada saat kejadian berada di jalan. Setelah mendapat kabar dia buru-buru kembali ke rumah karena terjadi kebakaran di pemukiman tempat tinggalnya. “Api berasal dari kediaman Pak Sudi,” singkatnya.
Terpisah Pengelola Data Bidang Tanggap Darurat BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WITA. Waktu kejadian dirinya dan personil pemadam kebakaran sempat kesulitan menuju titik api, karena jalan yang sempit dan pemukiman padat membuat mobil pemadam kesulitan melintas.
Bahkan, dirinya belum bisa memastikan sumber api berasal dari korsleting listrik. “Tidak ada mati lampu, tiba-tiba api membesar. Kami tidak bisa mengkategorikan akibat korsleting atau lainnya. Semua kami serahkan kepada pihak berwajib untuk menindaklanjuti karena dari masyarakat sekitar juga sangat kaget api langsung membesar,” terang Nanang. (sn318)