“Sayang kalau tak netral, media kalau mampu menjaga netralitas akan lebih terhormat di mata pembaca,” kata berpesan kepada Koran Kaltim, jumat (21/9/2018) di kediamannya.
Koran Kaltim sengaja berkunjung ke kediaman calon Gubernur Kaltim ini. Koran Kaltim berniat memberikan ucapan kepada mantan Bupati Kutai Timur ini yang kemarin, kamis (20/9/2018) menginjak usia ke-61 tahun.
Isran mengaku selama melakoni dunia politik, terlebih pada Pemilihan Gubernur Kaltim kemarin selalu berkecimpung dengan dunia media. Dia menilai media sedianya bisa menempatkan posisinya.
“Kalau salah posisi, sayang nama baik medianya, harus netral, harus okyektif,” tegas Isran.
Dia menyatakan apalagi zaman sekarang memasuki era digital. Informasi berseliweran dengan bebas. Jika tak bisa menyaring informasi, bisa-bisa media menyajikan berita bohong alias hoaks.
Sementara itu, Pimred Koran Kaltim Desman Minang Endianto menyatakan sejauh ini Koran Kaltim tetap akan memegang teguh nilai independensi di dunia jurnalistik.
Koran Kaltim juga sebagai media yang sangat mendukung kebijakan pemerintah menyangkut pembangunan Kaltim sepanjang untuk kemajuan daerah.
Terlebih nanti jika roda pemerintahan di Pemprov Kaltim berjalan di bawah kepemimpinan Isran Noor, Koran Kaltim bisa menjadi mitra dalam mengawasi pembangunan.
“Sinergi dengan pemerintah penting, tapi memberi kritik disertai solusi juga perlu,” kata Desman.
Sesuai jadwal Isran Noor akan menjabat sebagai gubernur pada Desember 2018 setelah masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak berakhir.
Penulis: Sabri
Editor: Firman Hidayat