“Masih ada beberapa yang mesti dicocokkan. Kan ada Banggar disitu juga berhak mengganti beberapa kegiatan - kegiatan yang dianggap prioritas,” ungkap Sugeng beberapa waktu lalu.
Meskipun sudah rampung, Sugeng masih enggan menyebut angka total anggaran yang akan diketok untuk membiayai belanja Pemkot hingga akhir tahun. “Jumlah nilai pastinya silakan tanyakan ke Bapeda, takut salah menyebut,” ujar Sugeng.
Dia menyampaikan pendapatan asli daerah (PAD) mengalami kenaikan hingga Rp 39 miliar dari beberapa sektor seperti perhotelan. Adanya peningkatan PAD tersebut diupayakan untuk membiayai kebutuhan belanja hingga akhir tahun.
“Kami berharap ada anggaran yang digunakan untuk pengendalian banjir. Tapi, itu mesti dibicarakan lagi dengan Banggar,” ucapnya.
Terkait pelunasan hutang pemkot kepada pihak ketiga seperti kontraktor dan Jamkesda. Pemkot kembali mengganggarkan di APBD Perubahan. Jika, sebelumnya sudah dilunasi Rp 70 miliar sehingga hutang pemkot tidak menumpuk. “Ya, kita anggarkan di APBD Perubahan lagi. Di APBD Murni 2019 pun anggarkan agar hutang yang ada tidak menumpuk,” terangnya.
Untuk APBD Perubahan, Sugeng menerangkan tidak ada penambahan kegiatan yang signifikan, karena menjelang akhir tahun. Makanya, untuk penambahan kegiatan akan difokuskan pada APBD Murni 2019 mendatang. “Di APBD Perubahan ini kami hanya memfokuskan pada sejumlah kegiatan di APBD Murni 2018 yang perlu anggaran tambahan,” jelas Sugeng. (sn318)