SUARA riuh terdengar ba’da salat Jumat (16/8) siang lalu di salah satu sudut kampung Bengkuring, tepatnya di RT 35, dimana anak-anak, remaja hingga orangtua berkumpul untuk mengikuti lomba yang digelar selama tiga hari berturut-turut. “Kegiatan ini memang bagian dari cara kami merayakan Hari Kemerdekaan. Setiap tahun selalu kami laksanakan karena kami ingin warga kami juga ikut bergembira memperingati hari sakral ini setahun sekali,” kata Arsyid Maulidin, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-73 RI kepada Koran Kaltim.
Lomba yang digelar di RT 35 ini sama seperti lomba yang banyak digelar di daerah lain, diantaranya lomba makan kerupuk, pukul bantal diatas air, lomba bakiak, lomba membawa kelereng diatas sendok, lomba memasukan jarum ke dalam botol dan beberapa lomba lainnya, berlangsung Jumat, Sabtu dan Minggu (16-17-18/8) secara berturut-turut.
Kedekatan warga di kawasan ini membuat banyak hadiah yang disumbangkan kepada panitia untuk diberikan kepada para pemenang. “Kami menggalang dana kepada warga sekitar tapi banyak juga yang memberikan bantuan langsung berupa hadiah. Kami sangat berterima kasih karena semua warga peduli dengan pentingnya memperingati Hari Kemerdekaan ini melalui lomba-lomba yang kami gelar,” papar Arsyid.
Panitia pelaksana terbantu dengan kehadiran mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda yang sejak 1 Agustus lalu melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bengkuring. “Keberadaan mahasiswa Widya Gama sangat membantu, sebelum-sebelumnya kami bekerja sendiri tapi tahun ini tugas lebih ringan karena ada mereka,” sebut Arsyid.
Puncak kegiatan digelar Minggu kemarin, dimana jalan sehat dilaksanakan dan diikuti ratusan warga dari berbagai umur dan jarak tempuh cukup jauh, 2 kilometer. Tak ayal ini membuat sebagian warga “keuyuhan” namun tetap bersemngat hingga mencapai garis finish apalagi banyak doorprize yang disiapkan panitia, mulai dari hadiah kecil seperti payung dan setrika, kipas angin hingga hadiah lumayan besar berupa sepeda gunung dan dispenser. Malam harinya digelar acara silaturahmi antarwarga lewat acara hiburan sederhana.
“Kami berharap tahun depan bisa kembali berkumpul dan merayakan Hari Kemerdekaan lagi karena momen ini selain kegembiraan karena Indonesia terbebas dari penjajahan juga ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ucap Arysid. (*)