Musyawarah tersebut diikuti pengurus cabor, pengurus Formi dan Dispora Kota Samarinda. Semua peserta yang memiliki hak pilih langsung mengarahkan suaranya kepada Sri Lestari, sehingga Muskot berlangsung secara aklamasi.
“Lebih melengkapi cabor yang ada. Karena nantinya ada peraturan setiap cabor ini memiliki induknya di provinsi. Kami akan menata dan mewarnai serta mengajak masyarakat untuk bisa menyukai olahraga, mulai dari anak - anak hingga orang dewasa,” ucap Sri Lestari.
Dikatakannya, dengan mengajak anak - anak terbiasa menyukai olahraga bisa membuat mereka melakukan hal positif dan dijauhkan dari kegiatan yang merusak akhlak.
“Kalau mereka mengikuti olahraga. Otomatis pikiran mereka tercurah sehingga tidak berpikir hal - hal negatif,” katanya.
Terpisah Kepala Dinas Olahraga (Dispora) Kota Samarinda, Ibnu Araby mengharapkan agar organisasi Formi dapat berjalan sesuai ADRT dan mampu mencari sumber dana melalui pihak sponsor dan orangtua asuh.
“Bisa melalui CSR, BUMD yang ada dilingkungan kota Samarinda. Ketua dan pengurus pun harus berani berkorban baik materi dan moril, karena FORMI berbeda dengan wadah olahraga lainnya,” terang Ibnu.
Selain itu, Ibnu juga mengingatkan akhir September mendatang ada kegiatan Festival Olahraga Rekreasi Kota (Forkot). “Insyaallah setelah pelaksanaan Porprov dimana kebetulan Samarinda menjadi tuan rumah. Formi akan menggelar Forkot sekaligus event BMX Internasional,” paparnya. (adv/sn318)