Sontak hal ini membuat Pelaksana Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Rustam pun angkat bicara. Dia mengatakan vaksin rubella (MR) memang memungkinkan menyebabkan autisme. Namun kemungkinannya sangat kecil.
“Ya, kalau untuk autisme itu kemungkinannya sangat kecil sekali,” jelasnya.
Rustam juga mengingatkan program vaksin ini sangat bermanfaat untuk melindungi masyarakat dari penyakit campak dan rubella.
“Samarinda sendiri belum ada kasus vaksin MR berimbas pada anak menjadi autisme. Ketakutan masyarakat sekarang ini lebih kepada fenomena halal dan haram dari vaksin itu,” ucapnya.
Rustam menegaskan program vaksin ini lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Lantaran efek samping telah diperhitungkan oleh instansi terkait. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan.
“Dari Kemenkes program vaksin ini tetap berjalan dimasyarakat. Tetapi, kalau masih ada masyarakat yang tidak mau menerima dipersilahkan menunggu fatwa,” pungkasnya.
Penulis: Santi
Editor: Supiansyah