Sambil menunggu proses pengumuman Bacagub-Bacawagub, kata Masrul, saat ini tim Pilkada PAN masih melakukan survei. Survei itu, lanjut dia, akan ada sampel dari kabupaten/kota untuk nama kandidat yang elaktabilitasnya yang tertinggi.
“Masalah diumumkan atau tidak, itu tergantung DPW, sebab survei ini hanya menyangkut pemetaan kami di internal saja,” sebut dia.
Survei itu, lanjut dia, adalah salah satu tolak ukur atau penilian dari tim pilkada, siapa yang pantas untuk diusung oleh PAN di Pilgub Kaltim 2018 mendatang. Meski menjadi tolak ukur untuk menentukan nama pasangan yang diusung, tetap saja DPP yang paling menentukan pengusungan tersebut.
“Penentutnya ada di DPP, sebab kita hanya merekomendasikan saja 1-2 nama yang akan diajukan untuk diusung,” tuturnya.
Usai tahapan survei, kata Masrul, awal bulan Agustus akan dilakukan rapat kerja wilayah (Rakerwil). Dalam Rakerwil itu, para pengurus daerah PAN akan menyatakan bakal calon yang mereka usung dalam Pilgub mendatang. Rakerwil juga akan membahas agenda kerja partai menyambut tahun politik 2018 dan 2019.
“Rakerwil nanti, kita akan memberikan ruang untuk kandidat menyampaikan visi dan misi mereka,” pungkasnya.
Tak seperti kebanyakan partai yang menjagokan ketua DPD mereka masing-masing. PAN tak menyertakan nama Ketua DPD PAN Kaltim Darlis Pattalongi sebagai Bacagub. Dalam pendaftaran Bacagub dan Bacawagub, PAN menyorong empat kader utama mereka yakni Waris Husein Ambo Dalle, Dwianto Purnomo Sidik dan Erwin Isarudin. (sab)