“Setelah meneliti secara langsung, hasilnya tim menemukan retakan pada edge beam jembatan Mahkota seperti yang telah ramai diberitakan, baik di media cetak, elektronik dan medsos. KKJTJ juga mengetahui berita ini,melalui medsos,” kata Susy.
Selebihnya ia mengakui usai pemeriksaan dari tim KKJTJ ini memang masih memerlukan adanya perbaikan/finishing pada pekerjaan-pekerjaan yang kurang rapi yang terdapat pada sambungan antara MS 17 P8.
Namun Susy menekankan pengerjaan itu tidak berpengaruh terhadap kondisi struktur jembatan meskipun dinilai perlu perbaikan.
“Ya pengerjaan perbaikan memang ada tapi ini tidak berpengaruh terhadap konstruksi jembatan. Sedangkan untuk mobil berat seperti truk dan container juga akan diizinkan melewati jembatan Mahkota 2 setelah terpasang elektro magnet (EM) sensor yang saat ini tengah berproses pelelangannya,“urai Susy.
Selanjutnya, ia menyebutkan untuk kendaraan yang masih diperkenankan melintas sementara ini yaitu kendaraan roda dua dan roda empat kategori mobil penumpang atau mobil pribadi.
“Lintasannya tetap dibuka seperti biasa dari jam 06.00 pagi hingga 18.00 sore. Atas dasar ini kami akan memohon perpanjangan open traffic bagi kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, seperti yang telah disyaratkan terdahulu,” imbuhnya.
Sementara itu Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyatakan segera menyurati pihak Kementerian PUPR untuk meminta diperpanjang lagi open traffic.
“Terimakasih kepada masyarakat Samarinda yang telah ikut berpartisipasi menjaga ketentuan yang dipersyaratkan oleh PUPR.Berdoa saja, mudahan disetujui permohonan ini,” singkat Jaang. (ms)