Pembangunan Museum Samarendah yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 12 miliar tersebut akan menyajikan foto dan video dalam konsep tiga dimensi.
“Pengisian kami akan meminta masukan dari berbagai pihak. Tetapi intinya untuk pengisian akan mengandalkan media dimensi,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan Samarinda, Abdul Azis.
Ia mengatakan, untuk sekarang tidak memungkinkan pengisian benda - benda bersejarah. Karena tempat yang tidak luas.
“Nanti masyarakat yang datang mau lihat Kota Samarinda tidak hanya disuguhkan foto saja. Akan tetapi video bisa ditonton bersama - sama,” ujarnya.
Kendati nanti sudah diserahkan. Namun Museum Samarendah belum bisa dibuka secara umum. Hal ini dikarenakan masih banyak pengerjaan yang mesti dibenahi.
“Kami menyelesaikan dulu semua dan melaporkan ke walikota, baru dibuka secara umum,” kata Azis begitu disapa. (sn318)