Walaupun dengan keterbatasan anggaran namun dengan semangat, tekad dan dukungan banyak pihak, akhirnya tahun ini bisa ikut berpartisipasi di event nasional yang juga masuk salah satu dari 100 Wonderful Event Indonesia.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga tim ini bisa berkarya di event nasional, sekaligus mempromosikan sarung samarinda dan kota Tepian,” tambahnya.
Untuk diketahui peserta SBC tahun ini terbagi dalam 8 defile, mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa bagian utara, Lombok, dan yang terbanyak dari Kota Solo, dimana ke 150 peserta ini akan melakukan karnaval mulai Stadion Sriwedari Solo menyusuri Jalan Slamet Riyadi hingga Benteng Vastenburg yang menjadi lokasi event.
Ketua Panitia, Lia Imelda menjelaskan, pembagian 8 defile tersebut di antaranya adalah Defile Lenggang Batavia mewakili DKI Jakarta, Jawa Dwipa mewakili Jawa Tengah, Nagari Minangkabaudari mewakili Sumatera Barat, Mapalili Mamiri mewakili Sulawesi Selatan, Dayak Borneo mewakili Kalimantan Timur, Tiara Dewata mewakili Bali, Sasando Timor mewakili Nusa Tenggara Timur dan Tana Sajojo mewakili Papua.
“Pada SBC ke-11 tahun ini kita mengusung tema Ika Paramartha. Maknanya persatuan dalam kesatuan, perbedaan dalam keanekaragaman, dan keunikan dalam ciri khas masing-masing daerah. Kami ingin menyatukan seni budaya di Indonesia yang dikonsep dalam bentuk karnaval,” terangnya. (sn318)