“Yang diambil itu satu tas. Isinya ada uang Rp90 juta di dalam kresek, kemudian ada uang sekitar Rp20 juta itu uang hasil berdagang saya,” kata Lesek, saat ditemui suaminya melapor ke Polsek Samarinda Seberang.
Awalnya, pasutri tersebut berangkat dari rumahya di Dusun Kuntab, Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, menggunakan mobil pikap dengan nomor polisi KT 8202 CU, sambil membawa uang tunai untuk membeli mobil di sebuah showroom mobil di kawasan Samarinda. Namun, karena uang yang dibawa belum cukup untuk membeli mobil yang harganya Rp142 juta, mereka kemudian mampir di sebuah bank di Loa Janan untuk mengantri mengambil uang tambahan.
“Saya dan suami sama-sama ambil nomor antrian di bank, saya antrian nomor 25 dan bapaknya (suami) antrian 26,” terang Lesek.
Sementara itu, saat mengantri di bank, uang yang dibawa dari rumah diletakkan di dalam mobil, dan dijaga oleh putranya yang masih berusia 9 tahun. “Saat kami di bank, anak saya datang bawa tas berisikan uang itu. Lalu tidak lama kemudian, suami saya antar kembali uang itu ke dalam mobil,” ungkapnya.
Beberapa saat usia uang dimasukkan kembali ke mobil, diduga pelaku langsung beraksi dengan memecahkan kaca mobil di bagian sebelah kanan. Tas berisikan uang yang berada di dalam mobil, yang biasanya digunakan Bambang untuk mengangkut dagangan, disikat pelaku.
“Saat saya kembali ke mobil, saya kira kaca mobil pecah karena disenggol truk. Setelah tas dicari-cari, ternyata sudah hilang,” sebut Bambang menambahkan.
Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Dedi Setiawan membenarkan adanya aksi pencurian itu. “Kita masih melakukan penyelidikan,” singkat Dedi kepada wartawan. (dor)