Salah satunya calon pemudik, Nisdam asal Sangkulirang mengaku sejak Senin (11/6) dini hari sudah tidur di pelabuhan. Dengan berbekal tikar, ia bersama keluarga lainnya tidur diarea pintu masuk pelabuhan.
“Berangkatnya kan besok (Selasa) jadi kami sengaja menginap disini biar tidak ketinggalan dan pada saat masuk kapal kami tidak berdesak-desakan, karena kami bisa masuk lebih awal,” kata Nisdam.
Tak jauh yang diutarakan oleh Nurlina calon pemudik dari Bontang tersebut juga menginap di pelabuhan. Namun, ia tidak melakukan persiapan semisal tikar untuk alas tidur. “Ya, bisa tidur sambil duduk saja. Kalau untuk anak sih nanti bisa diatur tidurnya,” kata Nurlina.
Ditanya tidak khawatir adanya copet dan sebagainya. Nurlina mengaku ada kekhawatiran dan rasa was-was. Untuk itu dia, meletakan semua hal yang penting seperti dompet, handphone pada tas yang selalu dibawa dan diletakan dibagian depan tubuhnya.
“Kalau tempat seramai ini pasti adalah yang memanfaatkan moment untuk melakukan perbuatan tak terpuji. Dari diri kita masing-masing saja untuk waspada dan menjaga baik-baik barang bawaan,” sambung Nurlina. (sn318)